Dalam dunia teknologi modern, khususnya pada perangkat komputer dan smartphone, istilah bloatware semakin sering terdengar. Banyak pengguna tentunya mengeluhkan perangkat yang terasa lambat, penyimpanan cepat penuh, atau munculnya aplikasi yang tidak pernah mereka gunakan. Tanpa di sadari, pastinya penyebab utama dari masalah tersebut sering kali adalah bloatware.
Apa Itu Aplikasi Bloatware?
Pengertian Bloatware
Bloatware adalah istilah yang di gunakan untuk menggambarkan perangkat lunak (software) atau aplikasi bawaan yang sudah terpasang secara default pada sebuah perangkat, baik itu komputer, laptop, smartphone, maupun tablet, namun tidak di butuhkan oleh pengguna dan sering kali jarang atau bahkan tidak pernah di gunakan.
Bloatware biasanya berasal dari:
- Produsen perangkat (OEM – Original Equipment Manufacturer)
- Sistem operasi
- Kerja sama komersial dengan pihak ketiga (aplikasi sponsor)
Contoh yang umum meliputi:
- Aplikasi trial (uji coba) antivirus
- Game bawaan
- Aplikasi promosi
- Software utilitas duplikat
- Aplikasi versi ringan dari layanan tertentu yang tidak pernah di pakai
Mengapa Aplikasi Bloatware Bisa Menjadi Masalah?
Meskipun sebagian terlihat tidak berbahaya, kenyataannya keberadaan mereka dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:
- Menghabiskan Ruang Penyimpanan
Bloatware dapat memakan ruang disk yang cukup besar, terutama pada perangkat dengan kapasitas penyimpanan terbatas. - Menurunkan Performa Sistem
Banyak berjalan di latar belakang, menggunakan RAM dan CPU tanpa di sadari. - Memperlambat Waktu Booting
Aplikasi bawaan sering kali ikut aktif saat startup, sehingga waktu menyala perangkat menjadi lebih lama. - Risiko Keamanan dan Privasi
Beberapa bloatware mengumpulkan data pengguna atau menampilkan iklan berlebihan. - Pengalaman Pengguna yang Kurang Nyaman
Menu aplikasi menjadi penuh dengan software yang tidak relevan.
Karena alasan inilah, banyak pengguna ingin mengetahui cara mengidentifikasi dan menghapus bloatware secara aman.
Bagaimana Cara Menemukan Aplikasi Bloatware dan Menghapusnya?
1. Identifikasi
Langkah pertama adalah mengenali aplikasi mana saja yang tergolong bloatware. Berikut beberapa indikatornya:
- Tidak pernah Anda instal sendiri
- Tidak pernah Anda gunakan
- Tidak memiliki fungsi penting untuk sistem
- Berasal dari vendor atau pihak ketiga
- Tidak berdampak jika di hapus (selain aplikasi sistem inti)
Contoh umum:
- Aplikasi berita bawaan
- Game bawaan Windows
- Aplikasi belanja atau hiburan yang tidak relevan
- Versi trial software berbayar
2. Menghapus Bloatware Melalui Pengaturan (Settings)
Cara paling aman untuk menghapus bloatware adalah melalui menu bawaan sistem:
Langkah umum di Windows:
- Buka Settings
- Pilih Apps
- Masuk ke Installed Apps
- Cari aplikasi yang ingin di hapus
- Klik Uninstall
Namun, tidak semua bisa di hapus dengan cara ini karena sebagian aplikasi di kunci oleh sistem.
3. Menggunakan Control Panel
Beberapa aplikasi lama masih terdaftar di Control Panel:
- Buka Control Panel
- Pilih Programs and Features
- Pilih aplikasi yang tidak di inginkan
- Klik Uninstall
4. Menggunakan Software Pihak Ketiga
Jika bloatware sulit di hapus, Anda bisa menggunakan software khusus uninstaller seperti:
- Revo Uninstaller
- IObit Uninstaller
- Geek Uninstaller
Kelebihan software ini adalah:
- Menghapus file sisa (residual files)
- Membersihkan registry
- Mendeteksi aplikasi tersembunyi
Catatan penting: Selalu berhati-hati dan pastikan aplikasi yang dihapus bukan bagian penting dari sistem.
Bagaimana Memeriksa Windows 11 dari Bloatware dan Menghapus Sisanya?
Windows 11 hadir dengan tampilan modern dan performa yang lebih baik, namun tetap membawa sejumlah aplikasi bawaan yang bisa di kategorikan sebagai bloatware.
1. Daftar Bloatware Umum di Windows 11
Beberapa aplikasi yang sering di anggap bloatware di Windows 11 antara lain:
- Xbox Game Bar (jika tidak di gunakan)
- Microsoft Teams (Personal)
- News & Interests
- Clipchamp
- Spotify (pre-installed pada beberapa versi)
- Candy Crush Saga
- Netflix (shortcut)
2. Menghapus Bloatware Windows 11 Lewat Settings
Langkahnya hampir sama seperti versi Windows sebelumnya:
- Buka Settings
- Pilih Apps
- Klik Installed Apps
- Cari aplikasi yang tidak dibutuhkan
- Klik ikon tiga titik → Uninstall
3. Menggunakan PowerShell (Untuk Pengguna Lanjutan)
Beberapa bloatware Windows 11 hanya bisa dihapus menggunakan PowerShell.
4. Menonaktifkan Startup Aplikasi
Selain menghapus, Anda juga bisa menonaktifkan agar tidak berjalan saat startup:
- Buka Task Manager
- Pilih tab Startup
- Nonaktifkan aplikasi yang tidak penting
5. Menggunakan Debloater Tools
Tersedia juga alat khusus untuk membersihkan Windows 11, seperti:
Tools ini memungkinkan:
- Menghapus aplikasi bawaan
- Mengembalikan aplikasi jika diperlukan
- Membersihkan sistem dengan aman
Kesimpulan
Bloatware adalah salah satu penyebab utama menurunnya performa perangkat, baik komputer maupun laptop, termasuk yang menggunakan Windows 11. Meskipun sebagian aplikasi bawaan memiliki fungsi tertentu, banyak di antaranya tidak relevan dengan kebutuhan pengguna sehari-hari. Untuk kebutuhan sewa laptop Jakarta, silahkan hubungi JavaRent.























